Berdosakah Melanggar Peraturan Pemerintah?

Naik Motor Tanpa Helm

Naik Motor Tanpa Helm

Seorang ibu rumah tangga dilaporkan tewas akibat kepalanya remuk setelah sepmor yang ditumpangi bersama suami disenggol truk dalam perayaan lebaran. Saat kejadian korban yang dibonceng suaminya dengan sepeda motor, meningal dunia setelah mengalami benturan pada bagian kepala saat terjatuh. Menurut kepolosian setempat, angka kecelakaan di wilayah ini seharusnya dapat diminimalisir jika pengendara taat dan patuh pada aturan yang ada, baik ketaatan menggunakan helm pengaman yang standar serta mematuhi aturan kecepatan mengemudi maupun mematuhi rambu-rambu di jalan.

Kalau di bandingkan dengan negara-negara maju, kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah kita sangat rendah. Bisa jadi ini diakibatkan oleh pengawasan yang lemah. Di negara barat sebelum melaksanakan peraturan baru, pemerintah akan mempromosikan selama beberapa waktu di media-media massa, termasuk kapan peraturan itu dilaksanakan, siapa yang terkena peraturan tersebut, apa hukumannya kalau tidak melaksanakannya, dan banyak lainnya. Pada hari H nya, sudah tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak melaksanakannya dengan alasan tidak tahu. Dan uniknya masyarakat biasanya langsung patuh dengan peraturan tersebut. Mungkin karena mereka takut dengan hukuman yang berat. Mungkin juga mereka sadar bahwa peraturan tersebut membawa kebaikan kepada mereka sendiri dan masyarakat ramai.

Bagaimana dengan kita yang hidup di negara yang mayoritas masyarakat dan pejabat pemerintahnya adalah Muslim? Apakah setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan diikuti oleh masyarakatnya? Kebiasaannya tidak. Malah ada kebanggaan kalau mampu berkelit dari peraturan tersebut. Padahal peraturan tersebut dibuat untuk kebaikan orang ramai. Contohnya adalah kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor. Pemerintah sudah mewajibkan memakai helm lengkap dengan pemberitahuan helm jenis apa yang selamat untuk dipakai, bahkan sampai cara menggunakannya juga. Biasanya pengendara sepeda motor di kota-kota besar akan patuh dengan peraturan tersebut. Bagaimana dengan di daerah? Makin ke kampung, makai banyak pengendara bermotor yang tidak memakai helm. Kenapa? Karena kurangnya pengawasan dan ditambah dengan tidak adanya kesadaran atas keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Orang jenis ini akan menggunakan alasan agama untuk tidak memakai helm. Ada yang mengatakan bahwa kalau belum takdir, tidak pakai helm pun tidak akan mati ketika mengalami kecelakaan. Anehnya mereka tidak menggunakan alasan yang sama untuk mencari rezeki. Kalau mau konsisten, tidak perlulah mencari rezki, lebih baik duduk di rumah saja. Tunggu saja uang jatuh dari langit. Toh, kalau belum ditakdirkan untuk mati, ya tidak mati juga, walaupun tidak makan selama berhari-hari. Jadi kenapa ada “double standard”?

Alasan agama lain yang sering dipakai untuk tidak memakai helm adalah karena memakai serban. Katanya serban itu lebih sunah dari helm, jadi kalau mau pergi sholat Jum’at, cukup pakai serban saja ketika mengendarai motor. Insya Allah, akan terlindungi dari kecelakaan karena melaksanakan sunah Nabi SAW. Benarkah begitu?

Jadi pertanyaannya, berdosakah kita kalau tidak mematuhi peraturan pemerintah? Contohnya saja peraturan mengenai helm, tidak merubah rumah menjadi toko, tidak membuang sampai sembarangan,menyeberang pada tempatnya, dan banyak lainnya. Jawabannya kita wajib mengikuti peraturan pemerintah selama peraturan tersebut membawa maslahah dan maqasid syar’iyyah. Dalil-dalilnya adalah sebagai berikut:

Firman Allah Taala: “Wahai orang-orang yanh beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemerintah) di antara kamu“. (Al-Nisaa: 59)

Sabda Nabi SAW: “Dengar dan taat adalah suatu hak kewajiban, selama tidak diperintahkan melakukan maksiat. Apabila diperintahkan melakukan maksiat, maka tiada dengar dan tiada ketaatan“. HR-Bukhari no:2796.

Jadi kalau pemerintah melarang memakai jilbab misalnya, kita tidak wajib taat karena suruhan yang melanggar syariah. Tapi kalau disuruh memakai helm untuk mengecilkan kemungkinan kecederaan di kepala, maka kita wajib mematuhinya. Pemakaian helm dikategorikan sebagai MASALIH MURSALAH yang telah disuruh oleh pemerintah. Oleh sebab itu sudah menjadi kewajiban rakyat untuk mematuhinya. Dan ini bertepatan dengan maqasid utama syarak yaitu MENJAGA NYAWA sendiri atau orang lain.

Bayangkan kalau semua orang patuh dengan peraturan pemerintah yang tidak melanggar syarak, tentu negara kita ini sudah lama menjadi maju, tertib dan bersih. Sayangnya kita masih mengabaikan peraturan pemerintah itu karena menganggap tidak akan ada dosa yang terkena kepada kita. Seandainya kita patuh, maka tidak ada anak-anak yang menjadi piatu karena kehilangan ibunya, gara-gara tidak mengikat helmnya dengan baik.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: