Apakah Qatar Negara Islam?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Saya mengucapkan terima kasih atas ceramah ustadz di Qatar ini. Materi yang ustadz berikan betul-betul mengetuk kami yang tinggal di Qatar ini untuk lebih memotivasi kami dalam mendalami syariah Islam serta memahami perbedaan-perbedaan pendapat yang ada.

Tapi sebelumnya afwan ustadz, saya mau tanya karena kemarin tidak sempat bertanya langsung berhubung waktu yang singkat dan banyaknya perserta yang bertanya.

Begini ustadz, kita ini yang tinggal di Qatar, apakah bisa dikatakan sebagai negara Islam? Sementara bentuk negara ini kan kerajaan atau keamiran. Dipimpin oleh Amir, tidak ada partai-partai politik di sini.

Pertanyaannya, apakah Qatar ini masih bisa disebut dengan negara Islam? Sebagai informasi saja, penduduk asli Qatar ini hanya 200.000 saja yang asli, selebihnya malah banyak orang luar negeri, terutama India.

Itu saja pertanyaannya ustadz, terima kasih banyak, semoga acara selama di Qatar ini sukses dan tahun mendatang kami tetap berharap ustadz membimbing kami.

Wassalam

Maryam – Qatar
maryam@yahoo.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebelumnya perkenankan kami meminta maaf kalau kemarin pada kesempatan ceramah di tempat Anda, kami tidak sempat untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Terus terang karena jumlah penanya cukup banyak dan pembawa acara membatasi jumlah pertanyaan.

Tapi tidak mengapa, silahkan kirim pertanyaan lewat situs ini, semoga kami dapat menjawabnya. Tapi kalau memang tidak bisa, kami akan mengaku terus terang tidak bisa.

Mengenai apakah Qatar ini negara Islam atau bukan, kami katakan bahwa sebenarnya kita tidak bisa pungkiri bahwa Qatar ini termasuk negara Islam. Walau pun barangkali di sini tidak atau belum lagi diterapkan hukum hudud, seperti merajam pezina, memotong tangan pencuri atau pun mencambuk peminum khamar.

Namun kita tidak bisa mengatakan bahwa Qatar ini bukan negara Islam. Sebab selain hukum hudud, hukum Islam yang lain tetap berjalan. Shalat berjamaah di masjid-masijd, pemandangan para wanita menutup aurat di jalan, bahkan tidak ada tempat judi atau ‘ngedugem‘, kecuali mungkin dengan izin khusus buat kalangan amat terbatas non-muslim ekspatriat.

Bioskop pun boleh dibilang tidak ada. Polisi bekerja dengan benar dan sangat melindungi masyarakat. Kerjaannya melindungi dan bukan ‘ngobyek‘ seperti di negeri kita. Sampai ada anekdot yang entah benar entah tidak, bilang begini: Hilang motor lapor polisi, eh malah hilang mobil.

Lalu lintas teratur, semoga pengemudi sangat displin mentaati semua aturan. Beda dengan Jakarta yang ‘dikuasai’ oleh Metromini, Bajaj, Ojek dan Mikrolet. Semua membuat jalanan macet tidak jelas.

Itulah yang kami saksikan selama beberapa hari di Qatar ini. Kehidupan berlangsung sangat baik. Pemerintah atau pun para pemilik perusahaan benar-benar memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Rakyat Makmur

Kami lihat bahwa teman-teman dari Indonesia digaji lebih dari cukup. Setidaknya sampai 4 atau 5 kali dari gaji yang mereka terima di Indonesia. Padahal dengan beban pekerjaan yang hanya 1/3 dari yang menjadi tugas mereka sebelumnya.

Bahkan di negara ini kami melihat contoh bagaimana tipologi sebuah negara Islam ideal terpenuhi. Bagaimana tidak, teman-teman kita tidak perlu bingung menghidupi diri dengan berbagai pajak dan harga yang selalu melambung seperti Indonesia.

Mereka diberi rumah oleh perusahaan tempat bekerja, walau pun levelnya hanya pegawai biasa atau operator. Fasilitas rumah itu kadang sudah ada isinya, bukan isteri maksudnya, tapi lengkap dengan furniturnya, termasku kompor, piring dan gelas. Pokoknya tinggal masuk dan duduk manis.

Tidak ada bayar listrik, air apalagi parkir. Selama seminggu di Qatar ini, kami belum pernah melihat tukang parkir.

Mobil pun dibelikan, walau pun dengan pinjaman lunak selunak-lunaknya. Dan yang menarik, harganya rata-rata hanya sepertiga dari harga di negeri sendiri. Maka sebagaimana Anda dan banyak teman-teman lainnya, anda terbiasa naik Pajero, Land Cruiser, dan merek-merek ngetop lainnya, bahkan yang di Indonesia tidak ada.

Tidak Ada Korupsi

Dan pemerintah Qatar ini benar-benar baik, tidak ada korupsi, tidak ada nilep duit rakyat, meski bentuknya kerajaan, tapi rajanya adil, jujur dan memikirkan rakyatnya. Semua kekayaan alamnya digunakan buat kesejahteraan rakyat.

Anda bayangkan sendiri, Anda sebagai orang asing di sini, dilayani sedemikian rupa, sampai-sampai sekolah anak pun gratis sampai SMA. Dan seperti yang Anda ceritakan sendiri, sekolah itu bukan sembarang sekolah, tapi sekolah dengan kualifikasi standar international.

Bahkan Anda pun tidak akan mampu di Indonesia menyekolahkan anak di Sekolah International, kan?Jangankan international, bahkan sekelas SDITpun masih terasa mahal. Sampai ada yang komentar bahwa TERPADU itu artinya adalah: TERpaksa PAkai DUit.

Nah senaif-naifnya Qatar, tetap saja pemerintahnya punya kepedulian kepada rakyatnya. Bagaimana dengan pemerintah Indonesia? Ah, kami tidak mau komentar, karena Anda sudah tahu semua jawabnya.

Memang Qatar tidak atau belum melaksanakan hukum rajam dan potong tangan, tapi syariah Islam yang lainnya benar-benar berjalan. Sebab ukuran keIslaman suatu negara, tidak semata-mata diukur hanya lewat apakah potong tangan dan rajam berjalan. Buat apa ada potong tangan dan sejenisnya, kalau pada sisi yang lainnya malah jeblok, kalau rakyat malah sengsara, korupsi merajalela, pejabat makan duit rakyat.

Ukuran keIslaman suatu negara juga harus diukur dari tingkat kemakmuran, profesionalisme, kepastian hukum dan penerapannya, dan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyatnya.

Kalau ada orang bangga dengan Eropa yang katanya teratur, profesional dan makmur, sehingga dia mengatakan bahwa di Eropa ada Islam tanpa orang muslim, sebenarnya kita sebagai negara muslim bisa membanggakan Qatar, sebagai contoh ideal sebuah negara Islam, di mana pemerintahannya berfungsi dengan benar.

Pantas Saja, Qatar kan Kaya Minyak?

Mungkin apa yang kami sampaikan tentang kemakmuran Qatar akan mau Anda sanggah dengan ungkapan di atas, “Ah pantas saja, Qatar kan kaya minyak.”

Ungkapan seperti itulah yang awalnya jadi pendapat kami juga. Tapi ternyata anggapan kami salah. Ternyata kekayaan alam Indonesia tidak kalah dengan Qatar, baik dari segi jumlah atau pun kualitasnya.

Sebab yang keluar dari bumi Qatar berupa minyak dan gas bumi, sama dengan yang keluar di bumi Indonesia. Masalahnya tinggal bagaimana pemerintahnya mengambil kebijakan. Pemerintah Qatar tidak menjual murah minyak dan gas kepada luar negeri, sekedar untuk dapat ‘komisi’ (baca: sogokan) untuk mensejahterakan segelintir pejabat.

Bahkan dari segi luasnya, negara Qatar ini hanya sepertiga Jawa Barat saja. Sedangkan Indonesia sangat luas membentang. Tanahnya subur tapi tidak terurus, minyak dan gas di dalam tanah diobral. Peradaban manusia yang tinggal di atas tanah itu sama sekali tidak bisa menikmati anugerah Allah. Habis dirampas oleh para ‘perampok lokal’ dan ‘perampok international’. Perampok international tentu harus bekerjasama dengan perampok lokal.

Kalau pun ada sekedar pembanding, Qatar memang dihuni oleh jumlah penduduk yang terbatas. Tapi hal itu karena memang luasnya juga terbatas. Qatar dan Indonesia sebenarnya berada dalam skala perbandingan yang sama, jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 200 juta itu sebanding dengan luas wilayahnya.

Di Qatar kalau naik mobil, kita hanya butuh waktu 1-2 jam saja dari ujung negara di Utara sampai ujung negara di Selatan. Lewat dari itu, kita sudah berada di luar negeri. Sementara di Indonesia, kalau kita butuh 2 minggu naik mobil dari ujung Sabang di Barat sampai ke Marauke di Timur. Dan sepanjang negeri, minyak berlimpah, gas alam juga berlimpah.

Kalau dibilang bahwa tenaga Indonesia belum mampu mengolah hasil alamnya, ini pun juga sebuah apologia. Sebab kehadiran teman-teman dari Indonesia ke Qatar ini justru karena meraka ahli di bidang pengeboran minyak dan gas bumi. Siapa bilang tenaga kerja kita tidak mampu mengolah sendiri kekayaan alamnya?

Jadi dibandingkan Indonesia, Qatar jauh lebih ‘Islami’.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

http://www.eramuslim.com/ustadz/pol/8915092833-apakah-qatar-negara-islam.htm

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: