Tawassul

Tawassul adalah mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub) dengan mengerjakan perkara-perkara yang disukai Allah agar do’a kita cepat dikabulkan. Tawassul termasuk dalam kategori ibadah, jadi tidak boleh dibuat-buat. Tawassul yang disyariatkan (tawassul masru’):

1. Bertawassul kepada Allah melalui nama dan sifat-sifatnya.

Contohnya menyebut nama-nama Allah di awal do’anya yang relevan dengan isi permintaannya kepada Allah seperti mengucapkan “Ya Rahman” ketika memohon rahmat atau kasih-sayang dari Allah. Contoh lainnya adalah:

Ya Haiyu Ya Qaiyum (seolah-olah menyebut 99 nama Allah), anakku akan ikut ujian minggu depan, kuatkanlah ingatannya ya Allah. Berilah dia kemampuan agar dapat menjawap pertanyaan dengan baik, ya Allah.

2. Bertawassul melalui iman dan tauhid.

Maksudnya seseorang menyebut pengakuannya bahwa dia beriman kepada Allah atau perkara-perkara yang wajib diimani lainnya, pada permulaan do’anya.Contohnya:

Ya Allah, aku telah beriman dengan semua rukun iman yang enam. Aku juga percaya ya Allah akan adanya hari hisab, hari timbang-menimbang untuk meniti sirathal mustaqim, surga dan neraka, sedikitpun aku tidak ragu ya Allah. Aku juga beriman dikiri kananku ada malaikat-malaikat pencatat yang aku harus pertanggung jawabkan di akhirat kelak. Oleh sebab itu ya Allah, sembuhkanlah penyakit ibuku yang sedang terbaring di rumah sakit.

Contoh lain adalah dengan membaca surat Ali Imran 193-194, sebelum memohon hajat kita.

3. Tawassul melalui amal sholeh.

Seseorang menyebut amal-amal sholeh yang pernah dilakukannya, sebelum dia memohon sesuatu dari Allah, seperti menyebut sholatnya, zakatnya, thilawah Al’Qurannya, menjaga auratnya, dll.

Dalil yang kuat adalah seperti hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim mengenai 3 laki-laki yang terjebak di dalam gua, dan masing-masing menyebut amalan-amalan yang pernah dilakukannya diawal doa agar pintu gua bisa terbuka kembali. Saya ingat seseorang pernah mengirim hadis ini ke mailing list ini.

4. Tawassul melalui do’a orang sholeh

Kita dibolehkan memohon do’a melalui orang lain agar dia mendo’akan untuk kita, dengan syarat orang itu masih hidup, hadir dan boleh mendengar. Contohnya kita meminta ustadz kita yang mau berhaji agar mendo’akan kesembuhan untuk ibu kita ketika di Makkah nanti.

Salah satu contoh tawassul yang tidak dibolehkan adalah tawassul melalui orang-orang sholeh atau wali-wali yang sudah mati. Tawassul jenis ini membawa kepada kerusakan tauhid kita.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: