Menyapu Khuf atau Kaus Kaki Ketika Berwuduk Kembali

Seandainya anda dalam keadaan bermusafir di dalam pesawat dan hendak mengambil wudhuk di dalam toilet pesawat yang sempit, apa yang akan anda lakukan? Berusaha mengangkat kaki ke wastafel apabila hendak membasuh kaki, sehingga airnya terpercik kemana-mana?

Sebenarnya ada cara yang lebih mudah, yaitu bepergian dengan memakai khuf.

Apakah khuf itu?

Khuf adalah kaus kaki yang terbuat dari kulit. Dia berfungsi sebagai kaus kaki dan digunakan untuk perjalanan jauh.

Islam membenarkan mereka yang memakai khuf bagi menyapu air ke atasnya tanpa membukanya terlebih dahulu ketika berwudhuk.

Anda bertanya: “Wah pak, kita kan tidak pakai khuf? Kita pakai kaus kaki dari bahan kapas yang dilapisi dengan sepatu. Bolehkah membasuh kaus-kaki atau sepatu saja ketika berwudhuk?”

Jawaban: “Sabar-sabar, topik itu ada gilirannya nanti. Tapi dasarnya tetap pada khuf ini. Ok, kita lanjutkan perbincangan kita”.

Syarat menyapu khuf:

1. Langsung memakai khuf setelah mengambil wudhuk yang sempurna. Apabila wuduknya batal setelah memakai khuf, dan ingin mengambil wuduk baru lagi, maka tidak perlu membasuh kaki lagi, tetapi cukup dengan menyapu bagian atas khuf saja.

2. Khuf perlu menutupi bahagian kaki yang dibasuh ketika berwudhuk, yaitu sampai menutupi mata kaki.

3. Mazhab Syafi’i mensyaratkan khuf tersebut tidak tembus air.

4. Khuf tersebut dibuat dengan kulit yang suci dan melalui proses penyucian.

Berapa lama boleh memakaia dan menyapu khuf untuk keperluan berwuduk?

Tiada khilaf di kalangan ulama Muslim berkaitan dengan lamanya menggunakan khuf, yaitu:

1. Tiga hari tiga malam bagi mereka yang bermusafir. Setelah itu mereka harus membuka khuf tersebut dan mengambil wudhuk yang sempurna lagi.

2. Bagi mereka yang tidak bermusafir, misalnya berada dalam berada dalam rumah sendiri di musim yang sangat dingin atau musim salju, maka lamanya waktu yang dibolehkan menggunakan khuf adalah satu hari satu malam saja. Apabila waktunya habis, maka dia harus mengambil wuduk yang sempurna lagi sebelum memakai khuf lagi.

Bagaimana cara menyapu khuf? Apakah dibasuh ke telapak kaki? Tidak. Cukup hanya dengan membasuh lapisan atas khuf saja. Akan tetapi dalam mazhab Syafi’i, sunat menyapu bagian telapak khuf.

Apakah ada yang membatalkan masa menyapu khuf? Ada, yaitu:

1. Sekiranya si pemakai membuka khuf. Jadi tiga hari tiga malam tidak boleh membuka khuf bila dalam keadaan bermusafir🙂

2. Habis tempo penyapuan. 3 hari 3 malam untuk musafir dan 1 hari 1 malam apabila tidak bermusafir.

3. Berlaku hadas besar. Tidak boleh mandi wajib dengan memakai khuf dan sekedar menyapunya saja.

Selesai sudah pembahasan pertama menyapu khuf. Bersambung ke bahagian kedua.

Bahagian kedua ……Menyapu kaus kaki dan sepatu.

Ulama berselisih pendapat, apabila kaus kaki yang digunakan bukan dibuat dari kulit, tapi dibuat dari kapas atau bulu.

Golongan pertama adalah golongan yang tidak mengizinkan orang yang memakai kaus kaki kapas untuk disapu ketika berwuduk. Golongan ini terdiri dari: Abu Hanifah dan segelintir golongan Hanafiyyah, golongan bermazhab Maliki dan mayoritas golongan bermazhab Syafi’i. Jadi jangan heran amalan ini tidak populer di Indonesia yang bermazhab Syafi’i.

Golongan kedua adalah golongan yang membolehkan menyapu ke atas kaus kaki ketika berwuduk. Golongan ini terbagi dua lagi yaitu:

1. Sebahagian yang bermadzhab Syafi’i. Mereka mensyaratkan:
(a) Kaus kaki harus tebal dan boleh dibawa berjalan jauh.
(b) Harus menutup hingga mata kaki.

2. Golongan Hanabilah yaitu yang bermazhab hanbali dan kebanyakan dari golongan Hanafiyyah yang bermazhab Hanafi. Mereka membolehkan menyapu ke atas kaus kaki. Pendapat ini dipopulerkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam fatwanya. Lebih menarik lagi, Imam Abu Hanifah yang asalnya tidak membolehkan perbuatan ini, di penghujung hayatnya, dia memboleh menyapu kaus-kaki ketika berwuduk kembali.

Bagi Dr. Wahbah Zuhayli, ulama bermazhab Syafie kontemporari memilih pendapat kedua yang membolehkan menyapu ke atas kaus kaki, dan menganggap pendapat kedua lebih kuat dibandingkan pendapat yang pertama. Pendapat ini jugalah yang lebih memudahkan umat Islam semasa bermusafir di dalam pesawat ataupun apapun jenis musafir yang penuh dengan kesulitan untuk berwuduk secara sempurna.

Tapi ingat, hukum menyapu khuf dan kaus kaki adalah sama sewaktu bermusafir. Selamat menyapu kaus kaki ketika bermusafir.

Sumber:
Diringkas dengan kata-kata sendiri dari buku made in Malaysia
Fikah Luar Negara: Mudah Praktik Islam Di Mana-Mana
Maslee Malik dan Hamidah Mat

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: