Kenapa Umat Islam Indonesia Korupsi?

Panji

Berbagai kasus yang menunjukkan kerusakan moral bangsa kita makin banyak terungkap. Ironisnya, sering disebutkan bahwa kita ini “bangsa yang religius”. Islam yang dianut oleh mayoritas kita sarat dengan ajaran moral. Apa yang anda lihat dalam hal ini?

Zakiah

Memang, Islam diturunkan untuk memperhatikan persoalan moral. Bahkan dikatakan, masalah yang paling diperhatikan oleh Islam adalah persoalan moral.

Rasullullah berkata: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Nah, kalau kita masih juga terkena krisis moral, itu karena tidak banyak masyarakat yang menghayati agamanya. Barangkali mereka taat melaksanakan ibadah, tetapi penghayatan mereka pada umumnya kurang.

Panji

Jadi, orang taat masih bisa melupakan persoalan-persoalan moral?

Zakiah

Bisa. Karena taat mereka adalah “taat ritual”. Mereka salat, puasa, tetapi aplikasi nilai-nilai ibadah itu dalam keseluruhan hidupnya tidak cukup dipahami. Akibatnya, kurang mereka hayati. Ini yang disebut “taat yang tidak cerdik”.

Kalau suatu waktu dia melihat banyak orang melakukan kemungkaran, mengambil barang lain, misalnya dia kira itu boleh saja. Maka jangan heran pada Mei 1998 bukan cuma maling yang ikut menjarah toko-toko di pinggir jalan. Pada awalnya mereka mungkin ragu halal apa tidak, tapi kok semua orang mengambil? Nah akhirnya ikut juga dia.

Disamping itu, manusiakan punya dorongan baik dan buruk. Dengan kondisi kurang menghayati agama, suasana yang goncang saat ini membuat mereka tidak mampu mengatasinya. Mereka merasa tertekan, terganggu. Mereka melihat contoh-contoh yang buruk, mereka terdesak, terjepit, lalu bangkitlah emosi dan kemampuan berpikir menurun.

Panji

Dalam 10 atau 15 tahun terakhir, gairah kehidupan beragama di negara kita terlihat tumbuh. Pejabat getol mengadakan pengajian. Begitu pulapengusaha. Mereka menunaikan ibadah haji, bahkan masuk ke dalam Kakbah. Tapi sekembalinya dari sana, mereka masih melakukan suap menyuap, korupsi?

Zakiah

Itu yang saya katakan taatnya cuma pada ibadah. Tapi bahwa sogok menyogok itu dosa, apakah mereka tahu? Siapa yang mengajarkan? Di mana diajarkan? Ada hadis yang berbunyi, “Yang menyogok dan disogok, dua-duanya masuk neraka”. Pernahkah mereka mendengar hadis ini? Mengertikah mereka?

Barangkali mereka shalat, berhaji, tetapi mereka tidak mengerti bahwa korupsi itu sebenarnya mencuri. Kita menggunakan istilah yang membuat agama itu menjadi terlalu ringan. Dikatakan korupsi, padahal mencuri. Dikatakan kolusi, padahal persepakatan jahat yang dalam Al’Quran dikutuk keras.

Panji

Mereka sebenarnya cukup tahu, tetapi tetap melakukan. Merekakan orang-orang yang cukup pintar, berpendidikan tinggi, berwawasan luas.

Zakiah

Coba saja tanyai mereka, tindakan apa saja yang termasuk sogok-menyogok dalam Islam? Hukumnya apa? Apa yang disebut jujur, amanah, istiqamah? Apa konsekuensinya kalau dilanggar? Coba terangkan dari aspek agama?

Panji

Kenapa harus dari aspek agama? Bukankah semua itu merupakan nilai-nilai universal yang disepakati tidak boleh melanggar?

Zakiah

Kalau dari aspek agama dia sudah mengerti dia sudah mengerti dan menghayati, Insya Allah dia berpikir seratus kali untuk melanggarnya. Tapi kalau diserahkan kepada dia untuk melihatnya dari aspek lain, acuannya akan menjadi banyak. Nilainya menjadi relatif.

Panji

Para koruptor, misalnya, melakukan korupsi itu, karena mereka tidak tahu atau karena kepribadiannya yang rusak?

Zakiah

Kalau dia tahu dan imannya kuat, dia tidak akan lakukan. Tapi kalau imannya kurang, pengetahuannya kurang, lalu dia menginginkan itu, ya dia korupsi, dia menyogok. Tidak tahu di sini bukan karena berpura-pura tidak tahu, tapi karena memang tidak dipelajari, sehingga tidak dihayati. Dia tidak menghayati niali-nilai. Beragama itu harus didukung juga oleh pengetahuan.

Panji

Bukankah sekarang ini banyak pengajian, bahkan ceramah di tv makin marak?

Zakiah

Banyak pengajian, tetapi sedikit yang terambil oleh pendengar. Dalam ceramah umum, apa yang bisa diomongkan oleh penceramah? Tentu dia melihat ukuran umum yang orang bisa didengar audiensnya. Akibatnya, ceramahnya melayang di atas orang-orang tersebut. Yang dibahas hanyalah persoalan umum. Tidak sempat dijelaskan dengan rinci, menyogok itu haram. Mengambil harta pihak lain, termasuk harta negara, haram.

Khalifah Umar bin Khatab, suatu ketika, memadamkan lampu kamarnya dan mengganti dengan pelita kecil. Padahal dia sedang menerima tamu. Kenapa? Karena tamunya itu membawa urusan pribadi, bukan urusan negara, sementara lampu kamar dibiayai negara. Menurut dia, tidak boleh memakai fasilitas negara untuk urusan pribadi. Nah kapan kisah ini digali nilai-nilainya secara mendalam? Pernahkah di jelaskan seperti itu?

Panji

Kalau kita simak materi ceramah di TV, misalnya tema-tema seperti itu rasanya kerap juga muncul.

Zakiah

Ya, tapi apakah ceramah di TV itu bisa menjadi pelajaran? Cobalah ingat-ingat satu episode ceramah yang pernah anda ikuti, berapa banyak yang anda dapatkan dari ceramah itu. Bisa anda terangkan kepada saya.

Tidakkan? Melayang. Terlebih lagi bila penceramahnya berbicara tentang fikih, pendapat-pendapat, dari satu mazhab, bertentangan dengan mazhab lain, ya pemirsa makin melayang. Bingung. Karena berbeda-beda, tidak bisa didiskusikan dalam waktu yang sangat singkat.

Panji

Usul anda untuk membenahi hal itu?

Zakiah

Ya kalau mau mantap, pendidikan kita harus dibenahi. Pendidikan agama harus diberikan lebih banyak-banyak disekolah-sekolah.

Panji

Apa yang salah dengan sekolah kita selama ini?

Zakiah

Anda tahu, berapa menit anak sekolah mendapat pelajaran agama dalam satu minggu? Cuma 80 menit. Yang diajarkan cuma gerakan shalat, wudhu, puasa, dan hal-hal pokok lainnya. Tidak mendalam, tidak terhayati, verbalistik. Anak didik tidak tahu apa makna shalat bagi kehidupan mereka. Tahunya cuma gerakan ibadah. Ibadah sebagai pelajaran semata. Akhlak tidak ada, budi pekerti tidak masuk.

Ringkasnya, pendidikan yang diberikan selama ini tidak membawa mereka kepada hidup beragama. Sepanjang keadaan baik-baik aja, ya mungkin mereka baik-baik saja. Tapi begitu keadaan goncang, mereka kehilangan pegangan, menjadi tidak terbendung, karena pengetahuan yang sedikit itu. Sistem pendidikan kita tidak benar. Kita mengajarkan segala macam pengetahuan, tetapi agama diberikan cuma 2×40 menit seminggu.

Panji

Bagaimana sebaiknya? Sementara sekarang ini para pengamat pendidikan justru mengeluhkan padatnya kurikulum kita?

Zakiah

Karena kita bernafsu memasukkan semua jenis pelajaran kedalam kurikulum. Pelajaran diurai-urai menjadi banyak macamnya sehingga tidak cukup separuh yang terbawa dalam kehidupan anak didik. Termasuk agama yang justru begitu penting bagi kehidupan mereka sehari-hari.

Jadi, kalau sekarang masyarakat kita mengalami krisis moral, ya memang mereka tidak pernah diberi pelajaran moral. Yang diajarkan moral pancasila. Moral pancasila itu apa sebenarnya? Tidak jelas. Yang ada cuman 36 butir yang harus dihapal oleh anak-anak. Jadi, di sini pokok persoalnnya. Dikatakan, moral pancasila lebih penting dari moral agama. Ya, silahkan. Sekarang inilah jadinya. Masyarakat kita kehilangan budi.

Moral itu harus ada acuannya yaitu agama. Kalau dikata kan acuannya budaya bangsa, lah budaya yang mana? Kebudayaan bangsa, sudahkah dirumuskan? Sudahkah hidup? Budaya pancasila, yang mencanangkan itupun tidak tau bentuknya itu seperti apa. Pulang saja ke moral agama.

Panji

Jadi, fungsi pendidikan agama diharapkan lebih banyak dilakukan oleh orang tua?

Zakiah

Bisa dikatakan begitu. Tapi berapa persen sih orang Indonesia yang bisa mendidik anaknya dengan baik. Kan sedikit. Terlebih lagi orang tua yang berpendi dikan baik cenderung sibuk diluar. Ibu kerja, ayah kerja. Anak dititipkan pada pembantu. Jadi, ini memang harus kita pikirkan lebih jauh. Kalau agama diberikan dalam waktu yang cukup, pendidikan moral bisa disertakan. Tapi kalau tidak, pendidikan moral hanya akan menjadi kata-kata yang dihapal anak.

Panji

Idealnya, pendidikan agama diberikan berapa kali pertemuan dalam seminggu?

Zakiah

6 kali pertemuan. Materinya bukan hanya ibadah, tetapi juga moral. Kemudian yang lebih penting semua pelajaran di luar itu, harus disesuaikan juga. Guru ilmu alam, olah raga, semua harus bisa menanamkan ketakwaan.

Panji

Apa tidak menjadi tumpang tindih?

Zakiah

Bukan materinya, melainkan nilai-nilainya. Olah raga, misalnya kan tujuannya untuk sehat. Bukan untuk buka aurat. Kenapa anak-anak perempuan diberi pakaian yang begitu minim ketika berolah raga? Kenapa dipertontonkan? Apa hubungannya dengan kesehatan?

Pagi hari, anak-anak diberi pelajaran agama. Dikatakan membuka aurat itu haram. Eeehhh, sorenya dalam pelajaran olah raga itu dia ditelanjangi. Langsung kontradiktifkan? Sang anak bingung, harus memilih. Tentu yang paling mudah adalah memilih yang enak. Jadilah guru agama yang kolot.

Panji

Anda tidak melihat pengaruh media massa yang begitu kuat? Dalam kasus pakaian olah raga, misalnya, memang begitulah yang dicontohkan oleh atlet negara maju.

Zakiah

Setiap guru mempunyai tanggung jawab memberikan pemdidikan moral kepada anak didiknya termasuk guru olah raga. Dengan serta merta mencontoh seperti itu, secara langsung dia mengajari anak didik untuk meniru mentah-mentah kebudayaan luar. Boleh meniru, tapi tirulah yang baik. Budaya antri mereka, profesionalisme mereka, kegigihan mencari ilmu, jangan yang buruk-buruk. Itulah pendidikan moral.

Panji

Nah, bagaimana peranan MUI? Kalau melihat keadaan seperti ini, orang bisa mengatakan bahwa MUI mengawal moral bangsa.

Zakiah

Memang karena mereka tidak didukung. MUI memberikan batas- batas, membuat pola-pola, tetapi nggak didengar. Mentri ini jalan sendiri tidak mau tahu. Sekali-kali minta pandangan MUI tetapi nggak didengar. Maunya pendapat dia sendiri. Jadi, bukan MUI yang gagal, melainkan MUI yang nggak didengar.

PANJI Masyarakat, No. 20 Tahun III – 01 September 1999.

Wawancara dengan Prof. Dr. Zakiah Daradjat, tokoh pendidikan yang aktif di Majelis Ulama Indonesia sekitar akhir tahun 90 han.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: