The Nazarene

Seorang sahabat bertanya: “Apakah sebutan Nasara (Nasrani) berkaitan dengan kata Nazaranes? Karena saya kira memang itu berasal dari kata Nazareth”.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, terlebih dahulu kita harus mengetahui sejarah The Nazarene, walaupun sedikit sekali. Nazarene adalah aliran agama Yahudi yang berpegang teguh kepada hukum Tawrat. Begitu seriusnya golongan Nazarenes menjaga hukum Tawrat sehingga sebagian dari mereka menggelari St. Paul of Tarsus sebagai “Tukang Pendusta” serta dikategorikan sebagai “Musuh”.

Apa ciri utama ajaran Nazarene?

1. Mentawhidkan Allah SWT – Keluarga serta pengikut asal Jesus meyakini sepenuhnya keesaan mutlak Allah SWT, serta kemanusiaan mutlak Jesus yang dilantik Tuhan sebagai al-Masih-Nya. Professor Jeffrey J. Butz mengatakan “It is more than intriguing that the Muslim understanding of Jesus is very much in conformity with the first Christian orthodoxy – the original Jewish Christian understanding of Jesus …”. Prof ini mengarang buku yang berjudul “The Brother of Jesus And The Lost Teachings of Christianity”. Prof ini adalah seorang Lutheran pastor.

2. Konsep iman dan amal berdasarkan kepada hukum Tuhan.

3. Menantikan kedatangan Roh Kebenaran (The Spirit of Truth). Roh kebenaran yang dinantikan adalah Nabi Muhammad SAW.

4. Berkhatan (Sunat) – Amalan berkhatan adalah tanda penting bagi golongan Nazarenes dan Yahudi lainnya. Bahkan Greja golongan Nazarenes dikenali sebagai “Greja Golongan Berkhatan” (The Church of Circumcission).

Berdasarkan kenyataan kitab Acts of the Apostles, ternyata setelah Jesus Christ diangkat ke langit, golongan Nazarens diawasi oleh sebuah council yang dinamakan “The Jerusalem Council”. Council ini diketuai oleh St. James (Iakob, Jacob, Yakobus) yang bergelar the Just yang berarti kesalihan dan keteguhannya dalam mematuhi hukum Taurat. Di antara kesalihan St. James adalah tidak pernah menyentuh arak sama sekali. Mayoritas penganut Kristian menganggap bahwa St. Peter adalah Pope atau ketua Greja pertama. Namun ramai di kalangan ilmuwan Kristian yang berpendapat bahwa St. James merupakan Pope yang pertama kali.

Pihak Greja serta mayoritas ilmuwan Kristian mencoba menutup serta menentang apapun kajian mengenai St. James. Ini mengakibatkan ramai umat Kristian yang tidak mengenal St. James. Menurut Professor Jeffrey J. Butz, diantara motif utama adalah:

‘It is the Jewishness of Jesus and James that was a major reason for James’ leading role in the early church history being suppressed; and it is still the reason why the findings of recent research into James continue to be resisted by most Christian scholars.”

St. James adalah tokoh utama yang menentang St. Paul of Tarsus serta ajarannya. Menurut St. Paul, keselamatan menuju surga hanya berlandaskan kepada keimanan (Faith) saja tanpa bergantung kepada amal soleh (Good Works) yang berdasarkan hukum Tawrat. Kenyataan St. Paul ini menyalahi ajaran St. James the Just yang berkeyakinan bahwa iman saja tanpa diikuti amal soleh yang berdasarkan hukum Tawrat, maka iman itu adalah sia-sia sahaja (James 2:14-17 dan James 2: 10, NLT).

Oleh karena ungkapan St. James dianggap sebagai penentangan terhadap konsep keselamatan St. Paul, maka para pemuka Greja seperti Dr. Martin Luther (1483-1546 m) yang merupakan bapak kepada Greja Protestant, menolak mengakui kitab St. James sebagai bagian dari kitab Perjanjian Baru.

Professor Jeffrey J. Butz mengatakan:

“The emerging Catholic Church quickly abandoned the dogmas associated with adherance to the Law (Tawrat), but it soon developed dogmas of its own (The Church Canon) to replace them, …James and the rest of Jesus siblings became an embarrasment that needed to be hidden in the closet. Soon the memory of their importance, and even of their existance, was tragically lost.”

Berdasarkan sejarah awal Greja, pergeseran utama dikalangan pengikut awal Jesus Christ adalah antara golongan Nazarenes yang diketuai oleh St. James the Just dengan golongan Pauline yang diketuai oleh St. Paul of Tarsus. Puncak pertentangan ini berakhir dengan terusirnya golongan Nazarenes dari Jerusalem sekitar tahun 132-135 masehi. Kota Jerusalem mengalami kehancuran akibat kegagalan pemberontakan “Bar Kochba” penduduk Yahudi nya yang diketuai oleh Symeon Bar Kochba untuk melawan kerajaan Roma. Akibat dari kekalahan ini, golongan Yahudi diusir keluar Jerusalem oleh Raja Roma yang bernama Hadrian (m. 138 masehi). Termasuk kelompok yang diusir adalah golongan Nazarenes. Mereka terpaksa hijrah ke daerah Pella, sebuah tempat di wilayah Palestina. Akhirnya Greja Jerusalem yang pada awalnya dikelola oleh golongan Nazarenes, diambil alih oleh golongan bukan Yahudi (Gentiles) yang berpegang teguh kepada ajaran St. Paul of Tarsus.

Sisa-sisa golongan Nazarenes yang dikenali sebagai “The Ebionites” dan “Elkesaites (Sabaeans) yang berasal dari Pella, berhijrah ke wilayah Arab seperti Syria dan Mesir. Golongan ini dianggap sesat oleh the Catholic Church yang dikuasai golongan Pauline. Sebahagian ilmuwan Islam berpendapat bahwa golongan-golongan ini kemungkinan besar merupakan sebagian golongan dari aliran Kristian asal yang akhirnya dengan kerelaan hati memeluk Islam ketika tersebarnya seruan Islam di bawah kepemimpinan para sahabat Rasulullah SAW.

Menurut Professor Robert Eisenman, kesalahan besar para penulis serta penerjemah Bible adalah apabila menukar kata Nazarene menjadi Nazareth. Nazareth hanya merupakan sebuah tempat di Palestina. Tentang adanya Nazareth di zaman Jesus sendiri, masih hangat diperdebatkan oleh kalangan ilmuwan Kristian maupun Yahudi hingga kini.

Sebagian imuwan Islam mengatakan bahwa Nazarenes adalah sama dengan Nasara. Akan tetapi dalam Al’Quran kaum Nasara ini ada yang menyeleweng yaitu yang mengakui adanya triniti. Sedangkan golongan Nazarenes sangat menjunjung keesaan Allah. Sehingga sebagian ilmuwan Islam lainnya mengatakan bahwa Nasara lebih merujuk kepada kaum Kristian secara umum baik yang sesat ataupun yang tidak sesat.

Sekian jawaban dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat.

About these ads

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: