Apakah Anjing itu Najis?

Anjing Pemburu

Anjing Pemburu

Pernahkah anda mengalami hal-hal berikut ini?

1. Ketika tiba di Melbourne airport, anjing-anjing pengendus narkoba atau bahan-bahan ilegal lainnya mulai beraksi dengan mengendus tas anda. Kadangkala badan anjing tersebut menyentuh tas anda. Anda menjadi tidak tenang karenanya.

2. Bertamu ke rumah orang australia yang memelihara anjing dirumahnya atau homestay di rumah yang ada anjingnya?
3. Ada non-muslim yang bertanya kenapa orang Islam tidak boleh menyentuh anjing?

4. Ada anjing sedang menyeberang jalan di Jakarta, tapi anda terus tancap gas hingga menabrak anjing tersebut dan mati. Anda tidak merasa bersalah karena anjing adalah makhluk najis. Jadi ditabrakpun tidak apa-apa.

Mungkin untuk pertanyaan pertama, anda akan segera mencuci tas anda dengan air tanah 7 kali. Dalam kasus kedua, anda berusaha untuk tidak pergi ke rumah orang tersebut. Dalam pertanyaan ketiga, anda akan menjawab bahwa Islam melarang kita menyentuh anjing. Dalam kasus keempat, kasus tabrak lari anjing banyak terjadi. Herannya kalau ada kucing yang menyeberang jalan, maka si pengendara berusaha mati-matian menghindari tabrakan dengan kucing tersebut. Takut kualat katanya.

Marilah kita bahas topik ini. Setelah anda membaca tulisan ini, maka terserah anda mau mengikuti pendapat yang mana saja. Mungkin anda merasa terkejut berat, karena belum pernah mendengarnya.

Ok, mari kita bertanya: Benarkah dalam Islam mutlak disebutkan bahwa anjing itu najis?

Anda menjawab: “Betul. Itulah yang saya pelajari ketika saya sekolah dulu”.

Wait a minute. Tidak semudah itu sobat.

Memang benar dalam mazhab al-Syafi`iy dan Hanbali, seluruh anjing adalah najis. Inilah yang kita pelajari di Indonesia, karena Indonesia mayoritas menganut mazhab Syafi’i secara turun-temurun.

Sedangkan mazhab Maliki berpendapat bahawa mulut, lidah dan air liur anjing bukanlah najis. Nah lo…

Mazhab Hanafi berada dipertengahan, di mana mereka berpendapat anjing bukan najis, namun mulut, lidah dan air liurnya adalah najis.

Tahukah anda apa pendapat yang lebih kuat (ini bukan menurut saya loh, karena saya bukan mujtahid)?

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat dari mazhab Maliki dan Hanafi. Sedangkan yang lebih kuat diantara keduanya adalah pendapat dari mazhab Maliki yaitu anjing tidak najis termasuklah air liurnya.

Ini bukan pendapat saya loh, tapi pendapat ulama-ulama yang terkenal, salah satunya adalah Syaikh Yusuf al-Qaradhawi. Syaikh Yusuf al-Qaradhawi berkata:

“Sedangkan saya sendiri (al-Qaradhawi) cenderung pada pendapat Imam Malik bahwa semua yang hidup adalah suci. Demikianlah juga dengan anjing. Dalam zatnya dia suci. Oleh sebab itulah, dibolehkan bagi kita untuk memakan hasil buruannya. Dan perintah Nabi untuk mencuci apa yang dijilat anjing adalah sesuatu yang bersifat ta’abbudi. Sedangkan penemuan ilmu moderen tentang sesuatu yang menyangkut air liur anjing bahwa di dalamnya ada penyakit-penyakit, kemungkinan penemuan selanjutnya akan lebih mengejutkan.” Sekian. al-Qaradhawi dalam bukunya yang terbaru – Fiqh al-Thaharah (edisi Indonesia atas judul yang sama, al-Kautsar, Jakarta 2004), ms 21-22.

Seterusnya timbul pertanyaan – Jika anjing tidak najis, haruskah kita mencuci jilatannya jika ia menjilat kita atau perkakas kita?

Jawabannya ya, berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W yang menyuruh kita mencuci jilatan anjing. Kita mencucinya bukan kerana ia najis tetapi kerana taat kepada perintah Rasulullah S.A.W.

Lalu bagaimana cara mencucinya?

Pendapat pertengahan (moderat) yang mendekati hadis-hadis Rasulullah S.A.W ialah mencuci jilatan anjing dengan tujuh kali basuhan diawali dengan campuran tanah. Akan tetapi jika tidak ditemui tanah, atau pada saat itu tidak sesuai menggunakan tanah, maka dibolehkan menggunakan sabun atau apa saja yang sifatnya menyucikan. Ini kerana mencuci jilatan anjing termasuk dalam bab ketaatan kepada perintah syari`at, dan ketaatan ini berdasarkan kemampuan setiap individu berdasarkan kemudahan dan kesusahan yang dihadapinya. Jika menghadapi kesusahan untuk mentaatinya maka syari`at memberi kelonggaran sekedar yang perlu saja.

Anda bertanya lagi: “Kalau anjing tidak najis, boleh dipelihara dong? Anak saya pingin sekali punya anjing pudel. Cute, katanya”.

Boleh! Tapi hanya untuk beberapa keperluan saja yaitu sebagai anjing penjaga rumah, anjing pemburu, dan anjing penunjuk jalan (untuk orang buta misalnya). Sedangkan untuk dipelihara dalam rumah, Nabi SAW tidak menggalakkannya, karena dengan beberapa alasan berikut:

  1. Malaikat tidak akan masuk rumah yang ada anjingnya :). Jangan keburu senang dulu. Cuma Malaikat Jibril dan Rahmat tidak akan masuk rumah yang ada anjingnya. Sedangkan malaikat maut pencabut nyawa tetap masuk ke rumah tersebut. Rugi dong.
  2. Pahala seseorang akan dikurangi setiap harinya sebesar satu mata uang emas kalau memelihara anjing di dalam rumahnya. Hayooo…, siapa yang mau dikurangin pahalanya? Sudah dosa banyak, pahalanya dikorting lagi.

“Bang, mana buktinya kalau anjing tidak najis? Jangan ngomong doang. Nanti pak utadz tempat saya mengaji marah loh”.

Ok, silakan kunjungi website berikut, dan dengar ceramah mengenai anjing (free, cuma perlu internet access saja):

http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=News&file=article&sid=15136

Atau kalau anda singgah ke KL (Kuala Lumpur), bolehlah beli buku dibawah ini:

Himpunan Risalah Dalam Beberapa Persoalan Ummah, Buku 3
Oleh: Hafiz Firdaus Abdullah

Atau kalau “hometown” anda di indonesia, cari buku Syaikh Yusuf al-Qaradhawi yang berjudul Fiqh al-Thaharah. Penerbit al-Kautsar, Jakarta 2004, halaman 21-22.

Setelah anda mengetahui bahwa anjing itu tidak najis, setelah pulang ke Indonesia, jangan coba-coba memeluk anjing didepan warga RT/RW yang sedang gotong royong ya? Karena mereka akan kaget berat melihat kemesraan anda dengan anjing tersebut. Jangan-jangan mereka akan menyucikan anda dengan air tanah secara keroyokan…he…he…he… Ingat, masyarakat Indonesia pada umumnya menganut mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa anjing itu najis.

http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&name=MDForum&file=viewtopic&t=30838

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: